Minggu, 04 Mei 2014

Daftar Asteroid yang Dalam Waktu Dekat Akan Menghampiri Bumi

Daftar asteroid yang akan melintas dekat Bumi sampai tanggal 15 Mei 2014


Keterangan :
LD = Lunar Distance (jarak bumi ke Bulan = ±384.000 km)

Jumat, 02 Mei 2014

Jadwal Fenomena Astronomi Mei 2014

1. Hujan Meteor Eta Aquarids (5-6 Mei 2014)

Eta Aquarids biasanya menghasilkan sekitar 10 meteor per jam. Namun pada puncaknya yang terjadi tanggal 5-6 Mei, ia mampu menghasilkan hingga 60 meteor/jam. Sebagian besar aktivitasnya terlihat di belahan bumi selatan. Di belahan bumi utara, ia menghasilkan sekitar 30 meteor/jam .

Hujan meteor ini dihasilkan oleh partikel debu yang ditinggalkan oleh komet Halley, yang telah dikenal dan diamati sejak zaman kuno. Tampilan terbaik untuk melihatnya adalah mencari lokasi gelap setelah tengah malam. Meteor akan muncul dari konstelasi Aquarius.

2. Bulan Di Apogee (Titik Terjauh) (6 Mei 2014)

Bulan mencapai titik terjauhnya dari Bumi pada jarak 404.319 km dari Bumi.

3. Oposisi Saturnus (10 Mei 2014)

Planet bercincin akan berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi dan wajahnya akan sepenuhnya diterangi oleh Matahari. Ini adalah waktu terbaik untuk melihat dan memotret Saturnus dan bulan-bulannya. Sebuah
teleskop menengah atau besar akan memungkinkan Anda untuk melihat cincin Saturnus dan beberapa bulannya (satelitnya) yang terang.

4. Bulan Purnama (14 Mei 2014)

Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga Bulan akan sepenuhnya terang seperti yang terlihat dari Bumi.

5. Venus Di Aphelium (16 Mei 2014)

Venus akan berada di titik terjauh dari Matahari pada jam 14:00 GMT

6. Bulan Berada Pada Perigee (Titik Terdekat) (18 Mei 2014)

Bulan mencapai perigee, titik terdekat dengan Bumi, 367.099 km dari Bumi.

7. Kemungkinan Terjadinya Badai Meteor (24 Mei 2014)

Dini hari pada tanggal 24 Mei, Bumi akan melewati bidang puing-puing yang ditinggalkan oleh komet kecil yang dikenal sebagai P/209 LINEAR. Para astronom memprediksikan bahwa interaksi ini dapat menyebabkan ledakan singkat namun intens dari aktivitas meteor yang bisa berkisar dari puluhan hingga ratusan meteor per jam. Tidak ada yang pasti, tapi banyak model matematika yang memprediksi bahwa fenomena ini bisa menjadi fenomena hujan meteor yang paling intens yang terjadi lebih dari satu dekade.

8. Bulan Baru (28 Mei 2014)

Bulan akan berada di antara Bumi dan Matahari, dan tidak akan terlihat dari Bumi. Ini adalah
kesempatan bagus untuk mengobservasi objek luar angkasa karena tidak adanya cahaya bulan yang mengganggu.

Selamat mengamati.

Jumat, 18 April 2014

Hukum Pergeseran Wien

Apabila temperatur suatu benda semakin tinggi,maka panjang gelombang maksimumnya akan bergeser ke panjang gelombang yang lebih pendek (Ke arah biru. Hal ini dapat menjelaskan mengapa bintang yang panas memiliki warna biru, bukan merah). Panjang gelombang maksimum adalah panjang gelombang yang mempunyai energi paling besar.

Panjang gelombang maksimum berbanding terbalik dengan suhu mutlak (T). Hasil perkalian antara panjang gelombang (λ maks) dengan suhu mutlak memiliki hasil tetap yang dikenal dengan konstanta Wien.

Dapat dirumuskan :

λ maks . T = C

λ maks = panjang gelombang maksimum (m)
T = suhu mutlak (K)
C = Konstanta Wien (2,898 x 10^-3 mK)

Bila λ dikonversikan dalam cm maka rumus menjadi :

λ = 0,2898 / T

Sabtu, 29 Maret 2014

Laut Setenang Kaca di Permukaan Titan


Foto ini menunjukkan kilatan pertama sinar matahari yang dipantulkan oleh sebuah danau di Titan yang diambil oleh pesawat ruang angkasa NASA Cassini
Dari pantauan radar milik pesawat ruang angkasa Cassini milik NASA, terungkap bahwa permukaan Ligeia Mare, laut terbesar kedua di Titan sangat mulus bagaikan kaca. Ini kemungkinan terjadi karena kurangnya
hembusan angin di bulan milik Saturnus tersebut.

"Jika Anda melihat laut ini,ia benar-benar tak bergerak. Sama halnya seperti permukaan kaca," kata Howard Zebker, peneliti dari Stanford University yang mengetuai penelitian. Temuan yang dipublikasikan di jurnal Geophysical Research Letters itu juga mengindikasikan bahwa permukaan padat di sekitar laut itu juga kemungkinan terbuat dari material organik, bukan air yang membeku.

Dalam memantau, Cassini memancarkan gelombang radio ke permukaan Titan dan menganalisa gema yang dihasilkan. Kekuatan sinyal yang dipantulkan mengindikasikan seberapa besar gelombang terjadi di
permukaan laut.

"Jika permukaan air sangat rata, ia bagaikan kaca yang halus sempurna dan Anda akan melihat sinar matahari dengan terang. Tetapi jika permukaan laut bergelombang, sinar matahari akan terpantul ke banyak arah, dan sinar akan menjadi lebih redup," sebut Zebker. Hasilnya, permukaan laut Ligeia Mare nyaris tak bergelombang. "Sensitivitas radar Cassini mencapai satu milimeter. Artinya, kalaupun ada gelombang di Ligeia Mare, ukuran gelombang tersebut lebih kecil dari satu milimeter, dan ini menandakan permukaan laut tersebut sangat mulus," sebut Zebker.

Satu penjelasan yang paling memungkinkan atas tenangnya permukaan laut Ligeia Mare adalah tidak adanya angin yang berhembus di kawasan itu saat Cassini melakukan pemantauan. Penjelasan lainnya adalah kemungkinan ada satu lapisan material tipis yang menekan pergerakan gelombang. "Sebagai contoh, di bumi, jika Anda menuangkan minyak di atas laut, Anda akan menahan banyak gelombang- gelombang kecil," sebut Zebker.

Pemandangan di Permukaan Mars Saat Sore Hari

Sebuah mosaik dari MSL Mastcam yang diambil pada Sol 582
Gambar menarik ini diambil dari permukaan Mars. Gambar ini diambil oleh Mascam Curiosity (rover penjelajah di planet Mars buatan NASA) pada sol 582 (sol adalah sebutan hari untuk planet Mars. 1 sol sedikit lebih panjang dari 1 hari bumi) atau Kamis, 27 Maret, 2014 waktu Bumi.

Selasa, 11 Maret 2014

Soal Astronomi (11-03-2014)

1. Hitunglah radius suatu satelit geostasioner !

Jawab :

Satelit geostasioner adalah satelit yang setiap saat berada di atas suatu titik yang sama pada permukaan bumi,sehingga periode satelit sama dengan periode rotasi bumi (8,64e4 sekon).

(2phi*r / T)^2 = GM / r

r^3 = GMT^2 / 4phi^2
r^3 = (6,67E-11)(6E24)(8,64E4)^2 / 4phi^2
r = 42,3E6 meter

2. Teleskop Ruang Angkasa Hubble mengitari bumi pada jarak 800 km. Tentukan kecepatan sirkular Hubble !

Jawab :

h = 8E5 meter
r = R + h = 6,4E6 m + 8E5 = 7,2E6 meter

Rumus kecepatan sirkular :

V = (GM / r)^0,5
V = (6,67E-11/7,2E6)^0,5
V = 7455 m/s

3. Sebuah bintang berjarak 3 pc mengalami blue shift pada spektrumnya. Kecepatan gerak sejati total bintang sebesar 74 km/s. Sudut antara vektor kecepatan tangensial dan kecepatan radial bintang = 30 derajat. Hitunglah :

a. Waktu yang diperlukan bintang untuk berada pada jarak terdekat.
b. Jarak terdekat bintang dari bumi

Jawab :

d = 3 pc = 9,258E13 km
beta = 30 derajat
v = 74 km/s

a) t = d cos beta / v
t = (9,258E13) cos 30 / 74
t = 1,083E12 sekon = 34.356,5 tahun

b) d` = v.t.tan beta (74)(1,083E12)(tan 30)
d` = 4,62E13 = 4,89 tahun cahaya



Keterangan : aEn = a x 10^n . Misal, 24E12 = 24 x 10^12

Selamat Belajar :)

Jumat, 07 Maret 2014

Soal Astronomi (07-03-2014)

1. Sebuah bintang memiliki magnitudo semu 1,23 dan koreksi bolometriknya 0,30. Jika diameter sudut bintang (delta) 0,02" dan radius bintang 20,2 kali radius matahari,tentukan :

A. Temperatur efektif bintang
B. Paralaksnya

Solusi :

m = mv = 1,23
BC = 0,3
delta = 0,02"
R = 20 R matahari = 20 D matahari

A. Temperatur efektif adalah temperatur permukaan sebuah bintang. Dapat dicari dengan persamaan :

log Teff = 2,726-0,5 log delta - 0,1 mbol

Dari persamaan diatas yang perlu kita cari terlebih dulu yakni mbol.

mv - mbol = BC
mbol = mv - BC = 1,23-0,3 = 0,93

Masukkan harga ke persamaan

log Teff = 2,726 - 0,5 log 0,02 - 0,1(0,93)
log Teff = 3,482
Teff      =  3033,89 K

Jadi, suhu permukaan bintang tersebut adalah 3033,89 Kelvin.

B. Paralaks bintang diberikan oleh :

P = 1/d

Kita harus mencari jarak bintang terlebih dahulu. Di data sudah ada radius bintang. Bila diameter sudut dan diameter linier diketahui jarak dapat ditentukan.

Pertama cari dahulu diameter bintang.

Dbintang = 20,2 Dmatahari.

Kita tentukan D matahari dulu dengan persamaan

d = D / sin delta

Kita tahu bahwa jarak matahari 1 AU dan diameter sudut matahari adalah 30'. Masukkan harga untuk mendapatkan diameter matahari :

D = 150E6 x sin 30'
D = 1.308.980 km

Dbintang = 20 Dmatahari = 26.441.396 km

Kita cari jarak bintang

d = D / sin delta
d = 26.441.396 / sin 0,02"
d = 2,7269E14 km

Ubah ke parsec untuk mendapatkan paralaks bintang

d = 28,826 tahun cahaya = 8,8424 pc

p = 1/d = 1/8,842 = 0,11"


2. Bintang A dengan magnitudo mutlak 4,23 dan jarak 15 pc dan bintang B dengan magnitudo mutlak 3,38 berjarak 35 pc. Bintang mana yang tampak lebih terang?

Solusi :

M bintang A = 4,23
d bintang A = 15 pc

M bintang B = 3,38
d bintang B = 35 pc

m bintang A kita cari dulu

m-M = -5 + 5 log d
m =M -5 + 5 log d
m = 4,23 - 5 + 5 log 15
m = 5,11

m bintang B

m = 3,38-5 + 5log 35 = 6,1

Bintang (atau objek langit lainnya) akan tampak semakin terang bila harga magnitudo semakin kecil. Setelah kita cari,didapatkan bahwa bintang A lebih terang dibandingkan bintang B.


3. Pengamatan VLBI menunjukkan bahwa pusat Bimasakti besarnya sekitar 0,002 detik busur. Berapakah diameternya dalam SA?

Solusi :

Jarak ke pusat bimasakti yang kita ketahui yakni 25 ribu tahun cahaya (nilai penting seperti ini minimal anda harus ingat. Karena terkadang konstanta astronomi yang umum tidak dicantumkan di soal sehingga harus dihafal).

delta = 0,002"

D = sin delta x d
D = sin 0,002" x 25000 tahun cahaya
D = 2,42E-4 tc
D = 2.293.168.712 km
D = 15,28 SA